Jumat, 18 Januari 2013

INSPIRASI CINTA

Lama blog ini tidak terurus, maka kali ini cinta yang menjadi inspirasi awal tulisan ini. Tak pernah bosan dan tak akan letih ketika kita membicarakan tentang cinta.

Cinta yang membuat Romeo menenggak racun melihat kekasih hatinya Juliet terkapar, cinta juga yang membuat Majnun seperti kehilangan akal. Biarkan cerita cinta dalam roman-roman picisan ditentukan oleh para pesyair. Biarlah cinta ini hanya Allah yang menjaga, biarkan DIA yang menjadikan scenario cinta ini.

Namun cinta yang hadir dalam diri ini kuyakinkan takkan membuhuhku. Karena sejatinya cinta adalah fitrah yang berlaku atas makhlukNya dan cinta adalah pesan agung Sang Maha Pencinta pada manusia. Harusnya cinta menjadikan hidup lebih bergairah bukannya justru melemahkan. Harusnya cinta membuat hidup berenergi bukannya malah menyakiti.

Biarlah cinta yang begitu fitrah hanya ditambatkan pada Sang Maha Pencinta, yang menghadirkan cinta di hati-hati manusia. Menghadirkan cinta seorang ibu pada anaknya, menghadirkan cinta seorang istri pada suaminya, menghadirkan cinta seorang guru pada muridnya, menghadirkan cinta seorang pemimpin pada rakyatnya. Namun harus kita sadari, DIA juga yang berhak mencabut cinta hingga ke akar.

Bila belum siap meminang seseorang dengan Al-Qur’an, cukup cintai ia dalam diam. Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup cintai ia dalam diam. Karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya. Karena diammu, memuliakan dia dengan tidak mengajaknya menjalin hubungan yang terlarang. Kau tak mau merusak kesucian dan penjagaan hatinya.

Karena diammu bukti kesetiaanmu padanya. Mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang telah ALLAH pilihkan untukmu. Bukankah lebih indah jika semua dilalui dengan proses yang ALLAH ridhoi?

Ingatkah tentang kisah Fatimah dan ALi ? Yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan, bahkan syetan saja tidak tahu. Hingga akhirnya ALLAH pertemukan mereka dalam ikatan suci nan indah dipenuhi keberkahanNya.

Karena dalam diammu tersimpan kekuatan, kekuatan harapan. Hingga Allah akan membuat harapan itu menjadi nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam kehidupan nyata. Bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang berharap padaNya?

Dan jika memang 'cinta dalam diammu' itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam. Jika dia memang bukan milikmu, toh Allah bersama waktu akan menghapus 'cinta dalam diammu' itu dengan memberi rasa yang lebih indah pada orang yang lebih tepat.Biarkan 'cinta dalam diammu' itu menjadi memori tersendiri dan sudut hatimu. Menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik hati.

Tidaaaaaak, semua sudah terlanjur terungkap. Cinta sudah terlanjur tercurah, rasa sayang sudah terlanjur subur. Saat semua sudah terjadi dengan percuma, biarlah ALLAH yang menjadi penentram hati yang luka. Duhai hati yang tak mampu menjaga diri dari hadirnya cinta yang begitu murni. Tidak ada kata terlambat untuk mensucikan hati. Sungguh ALLAH sebaik-baiknya penerima taubat.

Catatan hati seorang yang terluka:

“Dalam hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu dilabuhkan pada cinta yang lain, sementara aku membakarnya di dalam hatiku bersama kesendirian bersama rasa sakit yang kau torehkan. Kini, aku harus menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku sudah hilang bersama jiwamu yang pergi kian menjauh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar