Rabu, 06 Maret 2013

Waiting for You


Rindu ini kian menjadi tumpukan debu yang begitu usang. Hilir mudik bayangan tak bernama melukis imajiku. Aku selalu tak mampu membentuk bayangnya.

Hhhhhhhh….ku hela nafas yang terasa kian menyesakkan qolbu. Hujan yang terderai saja seperti mengerti rasa yang kian mengguncang jiwa ini. Aku resah tak mampu jua menggambarkannya dalam anganku. Namun entah mengapa rindu ini seakan siap mencabik jiwaku, seakan siap mencacah ilusiku, seakan siap merrobek batinku.

Rasanya aku perlu istirahat sejenak untuk berdialog dengan hatiku atau sekedar untuk mengumpulkan asaku yang berserakan atau sekedar untuk menghimpun ghirohku yang kian hari kian berhamburan.

 “Assalamu’alaikum hujan” sapaku pada tetesan langit, sang penyejuk yang penuh‘arif. Sekedar ingin berbagi padanya, karena aku tak siap dikhianati lagi jika berbagi pada manusia.
  

Senja semakin menua, horizon menyelimuti malam yang penuh misteri, disana menyatu dengan nama mu yang belum aku kenal, dan aku harus bersabar menanti saat-saat terindah kau menjemputku tuk arungi samudera mahligai nan suci.