Dalam tiap kata yang terucap, dalam
setiap goresan pena yang tertoreh. Terungkap semua luapan cerita hati yang tak
tertahan lagi. Menenangkan jiwa yang meradang, menentramkan batin yang
bergejolak bercampur menjadi sebuah kisah dalam dimensi waktuku. Berceloteh
tentang kebahagiaan dan kesedihan yang ramai mengisi ruang-ruang waktuku.
Perjalanan ini teramat berat,
melelahkan. Akan tetapi anganku menguatkan, bahwa harapan itu masih ada. Mencoba
menikmati setiap prosesnya. Semua pasti selalu ada hikmahnya. Mungkin kadang
kita saja yang terlambat untuk memaknainya. Terus berusaha merayu padaNya,
hingga masa indah itu akan datang pada waktunya. Meyakini dan percaya akan
ayat-ayat cintaNya yang diresapi maknanya sebagai obat hati ini. Suatu saat
nanti, akan datang suatu masa yang indah ketika memang diri ini sudah pantas
sampai pada masa itu.
Satu-satunya cara untuk menglupakan musibah dalam pikiran
adalah dengan melenyapkannya dari pikiran. Aku tidak punya waktu untuk
dikasihani. Jangan sampai energiku habis hanya untuk menyesali diri. Detik ini,
aku tengah menyalurkan energiku untuk sebuah karya besar yang masih tertunda.
Ini adalah saatnya aku untuk bangkit berkarya, menuntaskan apa yang belum
selesai.
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
(“Aku” Chairil Anwar)
Airmata ini adalah refleksi batinku
yang merindu. Sikapku mungkin bisa terbaca oleh semua mata. Lisanku yang bertutur
mungkin terdengar terbata. Pedih, perih, lara apapun biar hanya aku yang rasa. Sebuah
konspirasi yang kian meraja. Jangan salah mengadu sahabat. Cukup Allah tempat
mengadu.
Jika aku mampu berlari meninggalkan
jejak liku, karena ada satu arah yang kutuju. Aku tau, Kau pasti cemburu karena
azzamku tak menghujam sekuat dulu. Langkahku bukan seribu seperti dulu lagi. Rehatku
melebihi helaan nafasku. Aku masih menyimpan debaran itu. Hanya butuh ingatan tentangMu
saja. Kadang khilaf merenggut diriku dari istiqomah. BagiMu mudah merenggut bagianku,
jika KAU mau.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar