Karena ia hanyalah akibat dari iman.
Aku
ingat pertemuan pertama denganmu ukhti sayang.
Dalam dua detik saja, bayangkan hanya dua
detik saja aku telah merasakan perkenalan merasakan persaudaraan bahkan keterikatan
hati. Karena sesungguhnya ruh-ruh kita yang saling menyapa.
Berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, saling mufakat meski tak tahu nama dan tak saling
sebut nama.
Meski tangan belum sempat saling berjabat.
Ku baca lagi firman Allah. "Sungguh tiap mukmin bersaudara".
Aku makin tau, persaudaraan tak perlu diperjuangkan.
Karena saat ikatan melemah, keakraban merapuh. Saat salam terasa menyakitkan,
saat kebersamaan terasa menyiksa, saat pemberian serasa bara api dan saat
kebaikan justru melukai. Aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita. Hanya iman-iman kita yang sedang sakit,
menjerit. Mungkin kita, atau kau saja.
Tentu terlebih sering imankulah yang
compang camping.
Ku baca lagi firman itu ukhti sayang dan aku makin tahu,
mengapa dikala kita diancamkan Sang Kekasih di hari itu. Sebagian menjadi musuh
sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertaqwa

.jpg)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar