Syahdu
malam penuh kehangatan,
kehangatan
cintaMu Ya Rabb
Gemerisik
dedaunan lembut mendendangkan irama malam
Menyapa
anggun nuraniku yang syahdu
Titik
titik air mata kian menganak sungai membasahi pipi
Aku kian
hanyut dalam sujud panjang penuh penyesalan
Rabbana…Engkau
menjadi saksi azzam dalam kalbu ini
Aku tak
mau lagi melabuhkan cinta ini selain kepadaMu
Karena
sungguh tiada keindahan disana
Dahysatnya
penyesalan seakan tak jua mengobati hati
Pilunya
hingga ke ubun-ubun
Perihnya
hingga menusuk batin
Tak mau
lagi, meski hanya sekali namanya kusebut lagi
Sungguh
tak mau lagi
Rabbana…peluk
aku
Hingga
aku terlelap di pangkuan-Mu…
Tentang
hati, tentang rindu ini, tentang cinta ini,
tentang
ego ini, tentang keangkuhan ini
Damaikanlah
Ya Rabb
Damaikan
jiwaku atas ketentuan-Mu
Aku tahu
cinta ini tak semestinya hadir bahkan hingga menyubur
Sejak
awal mestinya kusadari bahwa Kau ciptakan dia bukan untukku
Kau hanya
mengirimnya sebagai ujian bagiku
tentang
arti kesungguhan cintaku pada-Mu
tentang
arti keyakinan azzamku pada-Mu
tentang
arti perjuanganku dijalan-Mu
Kini aku
bersimpuh kepada-Mu
Dengan
membawa serakan cinta yg masih tercecer
Sungguh
malu rasanya…
Lagi-lagi
ketika hancur, ketika jatuh, ketika sedih, ketika kecewa
Lagi-lagi
aku kembali pada-Mu
Pada
akhirnya padaMulah tempat ku berserah diri
Pada
akhirnya padaMulah tempat ku kembali
Atas
cinta abadi-Mu untukku
Tak akan
pernah lagi ku ganti dengan yang lain
Meski
hanya sedetik
Hanya
sedetik…
Sedetik
pun tak akan pernah ku ganti

Tidak ada komentar:
Posting Komentar